Kesehatan

Mengenal Sindroma Neuropati Lebih Dekat

Neuropati adalah istilah yang dipakai pada gejala atau penyakit saraf di tubuh, gejala yang muncul biasanya kesemutan, kram otot hingga susah buang air kecil. Sindroma neuropati mempunyai banyak sekali penyebab. Baik cedera, hingga penyakit tertentu seperti diabetes.

Apa yang perlu dikenal dari Sindroma Neuropati?

  1. Penyebab Neuropati

Penyebab Neuropati akan menentukan jenis pengobatan apa yang akan diberikan. Sebab, banyak sekali penyebab Neuropati yang berbeda, karena bergantung pada lokasi saraf yang terganggu. Penyebab pertama adalah neuropati Perifer, yang disebabkan oleh jenis penyakit tertentu.

Kondisi akibat gangguan atau kerusakan pada saraf di luar otak dan saraf tulang belakang adalah Neuropati Perifer. Penyakit tertentu yang menjadi penyebab kondisi ini adalah diabetes. Sebab spesifik karena cedera atau tekanan pada saraf akibat jatuh, kecelakaan, atau gerakan berulang.

Namun, penyebab Neuropati bisa juga datang dari kekurangan vitamin B1, vitamin B3, b12, atau vitamin E. Dapat juga disebabkan oleh penyakit autoimun dan infeksi virus atau bakteri. Bahkan, tumor atau kanker seperti limfoma bisa menjadi penyebab sindroma neuropati.

Selain neuropati Perifer, juga terdapat Neuropati kranial. Neuropati kranial adalah gangguan neuropati yang terjadi akibat gangguan atau kerusakan pada salah satu dari 12 saraf kranial. Saraf kranial adalah saraf pada bagian kepala yang dekat sekali dengan otak.

Penyebab Neuropati kranial adalah adanya peningkatan tekanan di dalam otak, infeksi, kanker, kelainan lahir, penyakit autoimun dan lainnya. Namun, ada baiknya untuk mengkonsultasikan kepada dokter agar diagnosa bisa ditegakkan dengan sempurna.

  1. Gejala Neuropati

Gejala neuropati bergantung pada jenis, jumlah dan area saraf yang telah terganggu. Neuropati terdiri dari beberapa jenis, yang pertama adalah mononeuropati (gangguan pada satu saraf), mononeuritis multiple (gangguan pada dua saraf atau lebih di area yang berbeda) dan polineuropati.

Gejala neuropati juga bisa muncul berdasar pada jenis saraf yang terganggu. Gejala yang pertama adalah gejala sensorik, muncul pada saraf sensorik yang berfungsi sebagai indra peraba. Gejala tersebut bisa berupa kesemutan seperti mati rasa, utamanya pada bagian tangan dan kaki.

Terdapat juga perubahan pada sensor perasa, seperti merasakan nyeri parah, merasakan sensasi terbakar, hilangnya refleks tubuh, dan hilangnya kemampuan koordinasi tubuh. Selain gejala sensorik yang muncul pada saraf sensorik, juga terdapat gejala motorik yang muncul pada saraf motorik.

Saraf motorik mempunyai fungsi untuk mengatur pergerakan otot. Gejala motorik terdiri dari otot yang terasa lemas, sulit berjalan atau menggerakkan tangan dan kaki, hilangnya kendali pada otot, tidak mampu menggerakkan bagian tubuh tertentu, dan mengalami kram otot.

Terdapat juga gejala autonom, yang terjadi pada saraf autonom dengan fungsi mengatur fungsi dalam tubuh. Contohnya seperti tekanan darah, detak jantung hingga sistem pencernaan.

  1. Kapan Harus ke Dokter

Apabila anda telah merasakan gejala awal sindroma neuropati, seperti kesemutan dan lemas pada bagian lengan dan tungkai. Maka anda dapat langsung segera mengkonsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan sangat perlu dilakukan, agar kondisi yang dialami bisa ditangani dengan segera.

Jika kondisi yang dialami telah tertangani, maka risiko kerusakan lebih lanjut pada saraf bisa dicegah dengan cepat. Gejala Neuropati juga biasa muncul setelah anda mengalami cedera. Hal tersebut terjadi karena trauma bisa menyebabkan gangguan parah pada bagian saraf.

Anda bisa langsung mencari pertolongan medis jika menemukan gejala Neuropati. Perlu diketahui, bahwa gejala awal stroke mirip dengan gejala sindroma Neuropati.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.